Manfaat boneka untuk mencegah pikun bagi lansia

Manfaat boneka untuk mencegah pikun bagi lansia

Boneka umumnya sering dimiliki oleh anak perempuan ataupun kolektor boneka. Tampilan yang menggemaskan serta tekstur yang lembut membuat banyak anak perempuan menyukai boneka. Tidak hanya untuk bermain, tetapi boneka juga kerap dijadikan teman. Selain itu, boneka juga dapat membantu perkembangan anak ketika tumbuh. Manfaat bermain boneka tidak hanya dirasakan oleh anak – anak ternyata, para lansia juga merasakan manfaat dari bermain boneka. Utamanya adalah para lansia yang mengalami pikun atau demensia bahkan Alzheimer. Bagi beberapa orang mungkin penyakit tersebut terdengar asing.

Berikut ini sedikit penjelasan tentang penyakit Alzheimer. Penyakit ini adalah kondisi dimana fungsi otak menurun utamanya pada kemampuan berkomunikasi, berpikir, dan mengingat. Penurunan fungsi tersebut akan mengganggu kegiatan sehari hari. Penyakit ini sering ditemukan pada orang yang sudah berusia 60 atau 65 keatas. Semakin lama penyakit ini tinggal maka penyakit ini juga akan berkembang dan mengakibatkan penderitanya mengalami daya ingat yang rendah. Bahkan penderita Alzheimer mengalami kesulitan untuk mengenali anggota keluarganya. Padahal sebagian besar dari penderita penyakit ini juga mengalami keadaan fisik yang tidak normal seperti mengalami ngilu ketika berjalan. Hal ini membuat para penderita membutuhkan orang lain untuk melakukan kegiatan yang sehari hari dilakukan bahkan, untuk melakukan perawatan pada diri sendiri juga memerlukan bantuan dari orang lain ataupun keluarga. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, akan tetapi penyakit ini masih bisa dicegah dengan menggunakan terapi maupun pengobatan yang disarankan oleh dokter. Perawatan harus disarankan dokter karena wajib menyesuaikan kondisi yang dialami oleh pasien seperti seberapa parah penyakit pada pasien, bagaimana kondisi tubuh pasien, sejauh mana obat yang diberikan bekerja, sampai adakah orang yang ditugaskan hanya untuk merawat pasien. Semua keadaan tersebut harus dipertimbangkan agar Alzheimer pada pasien perkembanganya melambat.

Boneka dapat bermanfaat untuk mengatasi Alzheimer dan demensia? Apa benar? Terapi boneka saat ini sedang dalam masa pengembangan untuk mengatasi gejala yang berhubungan Alzheimer pada lansia. Terapi ini sudah banyak diterapkan pada negara maju agar pasien tenang. Boneka yang umumnya hanya digunakan anak – anak untuk bermain ternyata memiliki fakta untuk memberikan respon positif kepada pasien yang menderita Alzheimer.

Bagaimana bisa boneka mengatasi gejala Alzheimer? Dengan menggunakan boneka, para pasien dapat memperbaiki suasana hati mereka, menenangkan apabila mereka mengalami kegelisahan bahkan, memberikan rasa persahabatan pada saat pasien merasa sendirian ataupun merasa terisolasi oleh orang disekitar mereka. Para pasien dapat merasakan terisolasi karena mereka kesulitan untuk mengingat orang disekitarnya.

Selain itu, dengan bermain bersama boneka para lansia akan merasa memiliki tanggung jawab untuk merawat boneka dan melupakan perhatian tentang banyaknya kegiatan yang tidak bisa mereka ikuti akibat kondisi fisik mereka yang sudah tidak normal seperti ketika muda dahulu. Tidak hanya itu, boneka bisa mengurangi perasaan kesepian yang dialami pasien dengan cara mengingatkan kembali kenangan lama tentang kegembiraan ketika mereka menjadi orang tua yang sedang mengasuh anak atau mengajak anak mereka bermain dengan boneka.

Yang sangat disayangkan dalam terapi boneka ini adalah penelitian yang mendukung masih sedikit atau bisa dibilang terbatas. Dari penelitian yang sudah dilakukan, rata – rata hanya pasien wanita yang dapat melakukannya, lalu ada juga beberapa pihak yang merasa tidak setuju mengenai terapi boneka ini. Beberapa anggota keluarga dari pasien merasa cemas dengan tanggapan orang sekitar karena mereka merasa bahwa mainan anak yaitu boneka tidak cocok untuk dibuat terapi bagi pasien yang memiliki usia sudah sangat tua. Tidak hanya itu saja, mereka juga mencemaskan kondisi terburuk pada pasien apabila pasien sudah mengalami ketergantungan pada boneka seperti bagaimana jika boneka tidak ada disampingnya atau bagaimana jika boneka mengalami kerusakan.

Mereka yang tidak setuju dengan terapi boneka ini lebih memilih untuk meningkatkan fungsi otak pada lansia dengan cara lain seperti dengan cara membuat seni, mendengar musik, menari, bahkan berkebun. Tetapi, perlu diingat bahwa lansia juga memiliki kondisi fisik yang sudah tidak seperti anak muda.

 

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Open chat
Hi, saya Admin Bonikka Dolls, Ada yang bisa dibantu?